Manfaat Cuka Apel Menurut Sains

Harian Berita — Popularitas cuka apel merangkak naik, dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, cuka apel sering disebut-sebut sebagai ‘suplemen’ yang dapat meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.

Pasalnya, beberapa studi memang sudah menemukan manfaat cuka apel. Lalu, apa saja yang ditemukan studi?

Sebagai informasi, cuka apel dibuat dari fermentasi apel. Usai apel diperas, cairannya difermentasi dengan kultur bakteri dan ragi. Proses inilah yang kemudian mengubah gula dalam apel menjadi alkohol dan cuka.

Mengutip dari Healthline, cuka apel tinggi dengan kandungan asam asetat. Asam asetat ini merupakan senyawa yang memberikan aroma dan rasa asam yang kuat pada cuka apel.

Para peneliti yakin bahwa asam asetat bertanggung jawab atas semua manfaat kesehatan dari cuka apel.

Cuka apel sendiri mengandung sekitar 5 persen asam asetat.

Tak hanya itu, cuka apel organik juga mengandung senyawa yang terdiri dari untaian protein, enzim, dan bakteri. Di mana semua ini memberikan tampilan cairan yang keruh dan bertanggung jawab atas khasiat cuka apel.

Manfaat cuka apel

Beberapa studi menemukan terdapat sejumlah manfaat cuka apel. Berikut di antaranya.

1. Membunuh bakteri

Cuka apel bisa membantu membunuh patogen, di mana termasuk beberapa strain bakteri.

Secara tradisional, cuka dipakai untuk membersihkan dan mendisinfeksi jamur kuku dan infeksi telinga. Tak hanya itu, sebuah riset juga menemukan, cuka bisa menghambat pertumbuhan bakteri seperti E.coli.

2. Menurunkan gula darah

Kadar gula darah yang tinggi menjadi penyebab banyak penyakit, apalagi untuk penyakit diabetes tipe-2.

Dalam sebuah uji klinis pada 2019 ditemukan bahwa mengkonsumsi cuka apel dapat membantu mengontrol indeks glikemik pada individu dengan diabetes.

Akan tetapi, temuan di atas perlu diterjemahkan dengan hati-hati. Sebab, masih dibutuhkan penelitian yang lainnya untuk mengetahui potensi manfaat cuka apel untuk gula darah.

Apabila ingin mengonsumsi cuka apel untuk menurunkan gula darah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

3. Membantu turunkan berat badan

Sejumlah penelitian pada manusia memperlihatkan bahwa cuka apel bisa meningkatkan rasa kenyang.

Hal ini bisa mendorong asupan kalori yang lebih sedikit sampai memperlancar proses penurunan berat badan.
Dalam studi jangka pendek, ditemukan bahwa mengkonsumsi cuka apel bisa menekan nafsu makan selama 120 menit usai makan.

Selain itu, dalam studi lain 2024 menemukan, konsumsi 45 mililiter (ml) cuka apel per hari dapat menurunkan berat badan, rasio lemak tubuh, lingkar pinggang dan pinggul, serta indeks massa tubuh.

4. Meningkatkan kesehatan jantung

Sebuah penelitian menunjukkan, cuka apel juga dapat menekan risiko penyakit jantung.

Sebuah penelitian tahun 2020 pada manusia dan hewan menunjukkan, cuka apel berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol.

Namun, penelitian tersebut masih memiliki keterbatasan dalam kualitas dan ukuran studi.

5. Meningkatkan kesehatan kulit

Manfaat cuka apel yang terakhir yakni meningkatkan kesehatan kulit. Beberapa orang memakai cuka apel sebagai obat untuk mengatasi masalah kulit seperti kulit kering dan eksim. Di mana, kadar asam pada kulit penderita eksim akan berkurang.

Konsumsi cuka apel yang diencerkan secara topikal bisa membantu kembali menyeimbangkan pH alami kulit dan menjadikan lapisan pelindungnya lebih kuat.

Namun, studi lain tak mendukung hal tersebut. Studi juga menemukan bahwa cuka apel bisa mengiritasi kulit pada beberapa orang, terutama penderita eksim.